Senin, 11 April 2011
Membuat Recent Comment di Blog
Diposting oleh
ayo Indonesia
Sudah lama sekali saya tidak menulis tentang tutorial blog, kali ini saya akan mencoba memberikan satu lagi penjelasan tentang cara membuat recent post di blog. Sebenarnya tutorial ini jadul dan sudah banyak beredar di internet, tapi apa salahnya jika saya tulis kembali. Recent comment atau komentar terbaru adalah sebuah fungsi untuk menampilkan komentar terbaru secara real-time pada blog kita. Jadi jika ada pengunjung yang berkomentar di postingan kita maka kita bisa langsung tahu dan bisa langsung untuk menanggapinya. Cara ini sangat berguna bagi blog yang sering mendapat komentar.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengetahui komentar masuk yaitu dengan fasilitas pemberitahuan komentar via email yang disediakan oleh blogger. Namun cara ini kurang efektif karena kita harus selalu login ke email untuk mengeceknya. Tunggu apa lagi, langsung saja pada langkah-langkah pembuatannya :
- Masuk ke blogger dengan akun anda.
- Kemudian pilih halaman tata letak (Layout)
- Pilih elemen laman >> pilih add a gadget (tambah gadget)
- Kemudian pilih HTML/Javascript
- Copy paste code di bawah ini
Keterangan :<div style="overflow: auto;width: 200px;height: 300px; text-align: left; "><script style="text/javascript" src="http://www.geocities.com/oom_directory/recentcomments.txt"></script><script style="text/javascript">var numcomments = 5;var showcommentdate = true;var showposttitle = true;var numchars = 100;var standardstyling = true;</script><script src="http://freedownloadcopasthemes.blogspot.com/feeds/comments/default?alt=json-in-script&callback=showrecentcomments"></script></div>Widht:200px; adalah lebar dari kotak recent comment, boleh dirubah sesuai selera masing-masing;Height:300px; adalah tinggi kotak recent comment, boleh juga dirubah sesuai selera masing-masing;URL Blog Saya harus diganti dengan URL blog Anda.
Angka “5” adalah jumlah komentar yang akan tampil pada kotak recent comment, ini juga boleh dirubah sesuai selera masing-masing; - Terakhir yang mesti anda lakukan ada simpan atau save
Berhubungan saya lagi buru-buru saya akhiri dulu tutorial membuat recent comment ini, sangat sederhana hanya untuk mengisi waktu istirahat makan siang. Lain kali kita sambung lagi dengan tutorial baru dengan tema yang baru pula. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Minggu, 10 April 2011
Anggota DPR Nonton Film Porno, Arifinto: Jangan-Jangan Ini Konspirasi
Diposting oleh
ayo Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anggota DPR yang ketahuan menonton film
porno saat sidang paripurna, Arifinto, mengkhawatirkan dirinya dijebak
dalam kasus ini.
Ia jelaskan kronologi kejadian memalukan ini.
"Saat rapat ada email masuk. Saya buka dengan Samsung Galaxy Tab. Di
situ ada perintah buka link ini. Tidak dijelaskan apa judul link itu,
ya saya klik buka," katanya.
Begitu diklik, link langsung
Baca Aja, Jangan Berkomentar
Diposting oleh
ayo Indonesia
Yang kita maksud dengan SDM (sumber daya manusia) selama ini sesungguhnya adalah SDIM atau sumber daya industrial (pada) manusia. Term SDM tidak lahir misalnya dari arena kebudayaan atau keberbudayaan, di mana sumber daya primer yang dimaksudkan adalah potensi kepribadian seseorang dalam kaitan-kaitan kebersamaan makhluk hidup: integritas dan kasih sayang sosialnya, kesalehan hatinya, empati dan toleransinya kepada orang lain, akhlak dan tasammuh-nya.
Istilah ‘sumber daya manusia’ lahir dari wilayah dan keperluan industri. Industrialisasi, yang kemudian menjadi ‘ideologi’ industrialisme, lahir dari suatu visi dan versi pandangan yang dominan mengenai yang disebut perkembangan dan kemajuan hidup. Maka tekanan makna sumber daya manusia adalah (software-nya) daya manajerial dan profesionalisme, serta (hardware-nya) keterampilan kerja. Ditambah faktor-faktor psikologis yang secara khusus diperlukan oleh mekanisme industri: etos kerja, disiplin, semangat untuk maju, yang di sana sini berbias dengan keserakahan. Konsep sumber daya manusia mengaksentuasikan diri pada kesanggupan untuk produktif. Kejujuran diperlukan di sejumlah sisi dengan kadar tertentu. Kebaikan hati sering bertolak belakang dengan efisiensi. Kasih sayang kemanusiaan bisa menghalangi efektivitas.
Jika Anda rewel dengan membawa-bawa esensi paling dalam dari nilai agama, yaitu zuhud (kesanggupan untuk mendayagunakan ‘materi’ sejauh dan sebatas keperluan sejati manusia hidup), itu sungguh-sungguh akan merepotkan organisasi dan manajemen tempat kerja Anda. Kalau salah manajemen bisa-bisa menjegal arus heboh kita semua dalam membangun masa depan perekonomian besar Asia Pasifik abad 21. Apalagi kalau konsep zuhud disalah-terapkan menjadi budaya anti-materi.
Dengan demikian konsep sumber daya manusia yang sangat gegap gempita kita sosialisasikan di pergantian abad ini, pada hakikatnya berbeda prinsip dengan jargon lain yang kita sebut pembangunan manusia Indonesia seutuhnya (MIS). Atau begini kita memahaminya: ‘sumber daya manusia’ benar-benar merupakan tema konkret, sebagaimana ekonomi dan industri, bersama kekuasaan dan birokrasi, adalah benar-benar realitas – terhadap mana makhluk yang berjudul manusia harus mengabdi.
Sementara ‘membangun manusia Indonesia seutuhnya’ bukan bahasa dari realitas dan kemungkinan besar memang tidak diperlukan oleh realitas. Justru yang sebenarnya sedang kita selenggarakan adalah metoda reduksi atas keutuhan manusia. Untuk profesionalisasi, efektivisasi dan efisiensi peradaban industri, manusia harus kita bawa ke ‘bengkel’, kita optimalkan sejumlah potensinya dan kita mandulkan potensi-potensi yang lain padanya.
‘Manusia Indonesia seutuhnya’ (MIS) adalah sebuah nyanyian. Sebuah retorika. Suatu jenis entertainment untuk meninabobokan hati kekanak-kanakan kita. Juga suatu kosmetika yang siapa pun tak akan menagih substansi darinya. Oleh karena itu MIS tidak memerlukan perangkat sejarah apa-apa. Tidak butuh departemen, lembaga, kurikulum dan biaya.
Di alam teori SDM kita jumpai perbenturannya dengan MIS. Tapi dalam realitas, kemungkinan benturan semacam itu diam-diam kita sepakati untuk kita hindarkan bersama-sama. Kita dilahirkan oleh orangtua kita menjadi warga suatu negeri, tidak terutama untuk menjadi orang saleh meskipun profesinya ‘hanya’ satpam, tidak untuk menjadi orang baik hati meskipun pekerjaannya ‘sekadar’ buruh tani, serta tidak untuk menjadi manusia penuh kasih sayang yang menomorsatukan kebersamaan meskipun kedudukannya ‘cuma’ tukang angkut barang di terminal.
Kita juga dididik dengan kurikulum-kurikulum resmi dan biaya besar tidak terutama untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Boleh egois, asal skilled. Boleh individualistis, asal produktif pada spesialisasi tugasnya. Asal bisa mengerjakan soal ujian, lulus, meskipun bakat malingnya besar. Etos kerja tinggi jangan dikontrol oleh ketidak-rakusan. Tak perlu kita kembangkan perangkat ilmu dan moralitas yang membedakan detail perbedaan antara semangat tinggi dengan keserakahan, progresivitas dengan mendongkel mitra kerja, profesionalisme dan animality, atau rasionalitas bisnis dengan ketegaan hati.
Sebab kita disuruh lahir semata-mata to have. Atau lahir untuk to be, sehingga have. Have apa? Barang-barang harian yang standarlah, syukur yang melebihi semua tetangga, tetangga se-Indonesia. Maka be close-close-lah to Pak Anu atau Oom Ini. Ikut sajalah apa maunya. Mono-loyalitas? Ayo. Suruh pakai baju warna apa? Ayo saja. Kalau perlu disuruh menggusur paksa atau kasih pelajaran kepada si mbalelo itu, I’m ready. Kita butuh makan, Brur. Kalau Ente sih lahir cenger sudah dapat warisan macam-macam. Jangan samakan. Yes you, me it is, sorrow! – Iya kamu! Saya ini sengsara (bahasa Jawa = soro)!
Tentu Anda mafhum tema di belakang dialog itu adalah bahwa kalaupun ‘reduksionisme’ atas manusia kita relakan, aktualisasi SDM tidak lantas dengan sendirinya mulus dan beres. Kita masih punya ‘kekayaan’ sejarah lain yang bernama feodalisme, neo-ultra-feodalisme, nepotisme, koneksisme -yang dari kandungannya lahir banyak kasus-kasus besar kolusi dan korupsi.
Sabtu, 09 April 2011
Jangan Dibaca Nggak Penting 2 [Tuhan Disaingi Manusia]
Diposting oleh
ayo Indonesia
Kegelapan sosial pada hakekatnya bersifat horisontal. Ada juga yang bertikai soal kegelapan spiritual, kegelapan teologis. Terlanjur bikin setting negara ber-Tuhan, tapi wacana tentang Tuhan dan ajarannya hanya dispekulasikan. Tuhan bahkan dikarang atau diciptakan sendiri. Tuhan harus ‘ngikut’ macam-macam pendapat manusia tentang diri-Nya. Tuhan sendiri tidak pernah ditanyai. Seakan-akan manusia menemukan Tuhan melalui riset akademis dan investigasi ilmiah. Seakan-akan manusia sanggup mengenali Tuhan, malaikat, sorga, neraka, konsep dosa dan pahala, setan, jin, malaikat dan lain sebagainya, melalui upaya prestatif manusia sendiri.
Di ujung seluruh kenyataan itu, benturan yang dialami manusia adalah soal kebahagiaan yang sejati. Persyaratan untuk bahagia tidak secara mendasar dipenuhi. Tidak berlangsung pendidikan sejarah yang mendorong dan menolong manusia untuk menemukan dirinya dalam koordinat kenyataan hidup di mana ia terletak. Manusia juga menjadi tidak memiliki peluang untuk memahami dan mengadaptasikan dirinya pada syariat sosial, sehingga ia temukan pula pola manajemen dirinya secara baik.
Istilah syariat sosial sengaja dipakai untuk memudahkan assosiasi pembedaan antara tata nilai horisontal dengan tata nilai vertikal, serta komprehensi dan interdependensi antara keduanya. Untuk mencapai kebahagiaan, umumnya orang mengandalkan tiga-ta: harta, tahta, dan wanita. Masalahnya adalah ada perbedaan serius antara tolok ukur horisontal mengenai tiga hal itu dengan tolok ukur vertikal. Apa yang dalam syariat horisontal disebut menguntungkan, menurut tolok ukur vertikal merugikan. Melakukan shalat itu tidak produktif, wasting time dan ngoyoworo, menurut mata pandang horisontal, kecuali kalau shalat merupakan syarat agar tender kita menangkan. Mendapatkan uang banyak dan memasukkannya ke kantong, menurut tolok ukur horisontal ada keuntungan, yang berakibat kegembiraan. Tapi mengeluarkan uang dari kantong tanpa disertai janji laba horisontal apa-apa, menurut syariat vertikal, adalah sebuah keberuntungan, kelegaan dan kegembiraan.
Itu sekedar contoh sederhana. Manusia tampaknya cenderung mempersaingkan dirinya dengan Tuhan dalam konsep, wacana, dan manifestasi tentang kebahagiaan. Dan Tuhan tampaknya cool-cool saja membiarkan diri-Nya disaingi. Manusia menempuh, mengejar, merampas, segala sesuatu yang ia anggap sebagai onderdil kebahagiaan, padahal Tuhan berkata sebaliknya. Kelak manusia terjebak dan frustrasi sendiri di masa tuanya, kemudian membungkuk-bungkuk minta ampun, dan Tuhan menyediakan lima sifat pengampun pula.
Hanya Abu Nawas yang sanggup mengalahkan Tuhan soal harta dan kebahagiaan. Ia teriak-teriak bahwa ia lebih kaya dari Tuhan. Setelah ditangkap polisi ia berargumentasi: "Menurut Tuhan harta yang termahal adalah anak yang saleh. Dan saya punya 12 anak yang saleh salehah, sedangkan Tuhan tak punya
satu pun".
satu pun".
Jangan Dibaca Nggak Penting
Diposting oleh
ayo Indonesia
Dalam diri manusia kita mendaftari apa penyakit-penyakit kita sebagai manusia, sebagai warganegara, sebagai individu atau makhluk sosial, sebagai masyarakat, sebagai bangsa dan seterusnya. Kita identifikasi bersama, kita rekapitulasi, dipetakan, dihitung, dianalisis, dipelajari itu semua mana yang bisa disembuhkan, mana yang sangat lama baru mungkin bisa sembuh, serta mana yang mustahil sembuh. Misalnya, kita sedang hidup di sebuah kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang tidak ada rumusnya. Tidak ada logikanya, tidak ada koneksi nilai antara dua keadaan yang bersamaan atau berurutan. Jangan dipikir gula pasti manis atau garam pasti asin. Gula tidak mesti manis. Intelektual tidak mesti mampu berpikir.
Ulama tidak pasti tidak jahat. Sarjana tidak pasti pinter. Kiai tidak dijamin bukan penipu. Ustadz yang memimpin rombongan haji tidak pasti bukan pemeras. Demokrasi bisa jadi malah lebih otoriter meskipun tetap disebut dan diyakini sebagai demokrasi. Reformasi sangat tidak kalah pembohongnya dibanding orde lama ataupun orde baru.
Otonomi daerah tidak dijamin merupakan wujud distribusi kekuasaan dan perluasan pemerataan otoritas hidup; bisa jadi malah berarti memperbanyak jumlah maling, pencopet dan perampok. Coba sebut satu wakil rakyat saja yang mewakili rakyat. Coba pada bagian sejarah yang mana Indonesia disejahterakan dan ditenteramkan dan didamaikan oleh adanya parpol-parpol.
Coba katakan apakah sesudah naik haji dijamin kelakuan seseorang menjadi bertambah baik. Apakah meningkatnya jumlah orang shalat, puasa dan naik haji berbanding sejajar dengan meningkatkan kebaikan, kebenaran dan kesejahteraan di dalam kehidupan masyarakat.
Maaf maaf........... seorang presiden dijadikan seorang presiden tidak pasti karena ia yang terbaik atau yang paling dewasa paling punya visi paling arif paling negawaran atau paling-paling lainnya di antara orang-orang yang lain. Demikian juga kalau seseorang menjadi lurah, camat, walikota, bupati, gubernur, menteri, dirjen atau pejabat apapun meskipun kita menyebut mereka gula, tapi jangan mimpi bahwa mereka pasti manis.
Maaf maaf............di negara ini Rendra yang besar prestasinya kalah penting dibanding Mandra. Taufiq Ismail kalah penting dibanding Timbul. Sutardji Calzoum Bachri kalah penting dibanding Tukul Ini kalau kita omong kebudayaan. Coba cari padanannya di bidang-bidang lain. Masyarakat kita, media massa kita dan perangkat-perangkat sejarah kita lainnya tidak mencari kebenaran, tidak perduli kepada kebaikan, tidak punya kepentingan terhadap mutu kehidupan. Orang bilang siapa menanam, ia mengetam.
Ketahuilah tidak pasti demikian di Indonesia. Disini yang menanam belum tentu mengetam, dan sangat banyak yang tidak ikut menanam malah pesta pora mengetam dan panen. Kata orang hidup seperti roda, kadang kita di atas kadang di bawah. Ketahuilah, kuatkan hatimu, tidak pasti demikian di Indonesia. Anda bisa terus menerus di bawah sampai saat sekarat Anda.
Otonomi daerah tidak dijamin merupakan wujud distribusi kekuasaan dan perluasan pemerataan otoritas hidup; bisa jadi malah berarti memperbanyak jumlah maling, pencopet dan perampok. Coba sebut satu wakil rakyat saja yang mewakili rakyat. Coba pada bagian sejarah yang mana Indonesia disejahterakan dan ditenteramkan dan didamaikan oleh adanya parpol-parpol.
Coba katakan apakah sesudah naik haji dijamin kelakuan seseorang menjadi bertambah baik. Apakah meningkatnya jumlah orang shalat, puasa dan naik haji berbanding sejajar dengan meningkatkan kebaikan, kebenaran dan kesejahteraan di dalam kehidupan masyarakat.
Maaf maaf........... seorang presiden dijadikan seorang presiden tidak pasti karena ia yang terbaik atau yang paling dewasa paling punya visi paling arif paling negawaran atau paling-paling lainnya di antara orang-orang yang lain. Demikian juga kalau seseorang menjadi lurah, camat, walikota, bupati, gubernur, menteri, dirjen atau pejabat apapun meskipun kita menyebut mereka gula, tapi jangan mimpi bahwa mereka pasti manis.
Maaf maaf............di negara ini Rendra yang besar prestasinya kalah penting dibanding Mandra. Taufiq Ismail kalah penting dibanding Timbul. Sutardji Calzoum Bachri kalah penting dibanding Tukul Ini kalau kita omong kebudayaan. Coba cari padanannya di bidang-bidang lain. Masyarakat kita, media massa kita dan perangkat-perangkat sejarah kita lainnya tidak mencari kebenaran, tidak perduli kepada kebaikan, tidak punya kepentingan terhadap mutu kehidupan. Orang bilang siapa menanam, ia mengetam.
Ketahuilah tidak pasti demikian di Indonesia. Disini yang menanam belum tentu mengetam, dan sangat banyak yang tidak ikut menanam malah pesta pora mengetam dan panen. Kata orang hidup seperti roda, kadang kita di atas kadang di bawah. Ketahuilah, kuatkan hatimu, tidak pasti demikian di Indonesia. Anda bisa terus menerus di bawah sampai saat sekarat Anda.
Kamis, 07 April 2011
Script Tulisan Terbalik - Flip Text Generator Script
Diposting oleh
ayo Indonesia
Pernah melihat tulisan yang hurufnya terbalik bikin pusing baca nya ?. Atau pengen update status seperti itu di facebook kamu ?. Hmm, caranya gampang kok. Kamu tinggal search aja di google dengan keyword "flip text generator", pasti banyak situs yang menyediakan hal tersebut.
Tapi kali ini saya mau share Script Tulisan Terbalik atau Flip Text Generator Script. Jadi kamu gk perlu lagi cari di
Tapi kali ini saya mau share Script Tulisan Terbalik atau Flip Text Generator Script. Jadi kamu gk perlu lagi cari di
Rabu, 06 April 2011
Cara merubah background Google Mail "Gmail Themes"
Diposting oleh
ayo Indonesia
Hmm.. Pasti sudah banyak yang tau tentang fiture satu ini. Gmail menyediakan themes yang beragam dan berbagai warna. Saya hanya ingin sedikit share saja buat kamu yang belum tau, kalau yang sudah tau silahkan lewatkan saja :D .
Mungkin ada yang bosan dengan tampilan Gmail yang seperti itu-itu saja. Semoga tulisan ini bisa menjadi solusi nya.
Ok langsung ke langkahnya saja :
Pertama silahkan
Mungkin ada yang bosan dengan tampilan Gmail yang seperti itu-itu saja. Semoga tulisan ini bisa menjadi solusi nya.
Ok langsung ke langkahnya saja :
Pertama silahkan


