Kamis, 17 Februari 2011
Kenapa Kita Harus Meyakini Tuhan?
Diposting oleh
ayo Indonesia
Orang-orang menuntut sejumlah bukti-bukti ajaib sebelum mereka meyakini kebenaran Tuhan dan Rasul-Nya. tetapi, bukti apa lagi yang mereka perlukan ketika mereka telah memiliki keajaiban seluruh jagad raya yang telah berjalan selama miliaran tahun dalam skala yang sangat luas? Jika seseorang yang ragu tidak siap untuk menerima keajaiban yang hebat semacam itu, maka bagaimana ia akan yakin ketika ia melihat kejaiban-keajaiban yang lebih kecil?
Pada kenyataannya, manusia telah memiliki segala sesuatunya agar ia dapat meyakini Tuhan, dan kemudian menempatkan dirinya sebagai hamba-Nya. Jika dibalik ini semua, ia masih tidak meyakini Tuhan dan tidak dapat mengakui kekuasaan dan kesempurnaan Tuhan, maka yang patut untuk disalahkan adalah dirinya sendiri, bukan orang lain.
Seseorang yang telah menmukan Tuhannya, maka ia telah menemukan segala sesuatu. setelah menemukan Tuhan, maka tidak ada lagi penemuan yang harus ia peroleh. Karenanya, ketika seseorang telah menemukan Tuhan, maka seluruh niatnya terpusatkan kepada-Nya. Baginya, Tuhan menjadi sebuah harta karun yang telah ia temukan dan kepada-Nya ia meminta pertolongan bagi seluruh kebutuhan duniawi dan ukhrawinya.
Anggaplah seseorang memakan sebuah apel, tetapi ia tidak merasakan dan mendapatkan apa-apa darinya. Ia mungkin dapat dikatakan tidak memakan apel itu sama sekali, tetapi sesuatu yang menyerupai apel. Demikian juga dengan penemuan seseorang terhadap Tuhan. Seseorang yang benar-benar telah menemukan Tuhan, maka dengan penuh perasaan bahagia ia akan menikmati esensi dari pengalaman.
Siapa saja yang mengklaim telah menemukan Tuhan tanpa merasakan perasaan bahagia ini, maka dapat dipastikan bahwa ia tidak mencapai penemuan semacam itu. Ia hanya menemukan suatu secara keliru dianggapnya sebagai Tuhan. Ia diibaratkan seseorang yang memakan sebuah apel palsu dan tidak memperoleh kepuasaan apapun darinya.
Ketika kita memakan buah-buahan yang lezat, maka hal ini memberikan kita sebuah perasaan bahagia yang sangat. Ketika kita mendengarkan musik yang indah, kita merasa senang mendengarnya. Ketika seorang anak laki-laki tampan dilahirkan oleh suami-isteri, maka mereka memperoleh kebahagiaan yang tak terkira. Lantas, bagaimana dengan pengalaman kita akan Tuhan, yang menjadi sumber dari segala keindahan, kesenangan dan keagungan? Ketika menemukan-Nya, dapatkah seseorang tidak mengalami perubahan sama sekali? Hal ini merupakan sesuatu yang hampir tidak bisa dibayangkan, sebab pengalaman agung semacam itu tidak dapat diragukan lagi pastilah meninggalkan kesan pada seseorang.
Tuhan SENDIRI adalah zat yang paling gemerlap di antara segala sesuatu yang ada. Dia adalah cahaya langit dan bumi, memancarkan cahaya-Nya terhadap orang-orang yang telah menemukan-Nya. Dia adalah gudang harta karun dari segala kebijaksanaan. Dia adalah gudang terbesar dari segala kekuatannya. Para penemu-Nya menjadi begitu kuat dengan kekuatan-Nya dan menjadi begitu tercerahkan dengan kebijaksanaan-Nya sehingga tidak ada banjir atau angin topan apapun mereka. Sekali menemukan-Nya, mereka tidak dapat mengerjakan apa-apa kecuali berubah menjadi manusia-manusia yang agung.
Masa Bodoh Dengan Hari Esok
Diposting oleh
ayo Indonesia
Jika orang-orang ditanyakan apakah topik yang paling paling relevan bagi umat manusia saat ini, maka mereka akan memberikan jawaban yang bermacam-macam. Sebagian mereka akan menjawab menyebarkan senjata-senjata nuklir, sebagian akan menjawab angka kelahiran yang terlalu tinggi di seluruh dunia. Sementara sebagian yang lain mungkin akan menjawab bahwa topik yang paling penting adalah peningkatan kekayaan dan keadilan bagi semua orang.
Pendapat-pendapat yang sangat beragam ini menunjukkan bahwa orang-orang pada umumnya tidak mengenali dengan tepat siapa diri mereka sebenarnya. Jika sebaliknya, maka mereka akan berpendapat bahwa hal yang paling berpengaruh bagi manusia adalah pengabdiannya terhadap karakteristiknya sendiri, dan penolakannya untuk menerima kenyataan bahwa suatu hari ia pasti akan mati, dan yang lebih menakutkan lagi, akan dipanggil di hadapan Penciptanya untuk dimintai pertanggungjawaban.
Seandainya kita engakui realitas ini semata, maka kita tidak akan begitu memikirkan dunia saat ini dan akan mebih memikirkan kehidupan yang akan datang. Saat ini, kebanyakan orang sangat yakin akan adanya Tuhan dan kehidupan yang akan datang. Seolah-olah mereka sama sekali tidak mengingkari kedua hal itu, namun tindakan-tindakan mereka tidak sesuai dengan keyakinan-keyakinan mereka. Pada kenyataannya, setiap orang memikirkan bagaimana untuk dapat bertahan hidup.
Jika anda berada di sebuah pusat perbelanjaan pada keramaian malam hari, maka anda akan segera menyadari apa yang sedang membuat orang-orang sibuk. Mereka sibuk memuaskan hasrat-hasrat mereka sendiri. Seseorang hanya perlu melihat mereka dan mendengarkan mereka, untuk memahami jual beli, mendapatkan barang-barang yang diinginkan atau uang adalah kesenangan hidup yang paling besar bagi mereka. Kebahagiaan atau kesedihan yang kita lihat di wajah mereka terkait langsung dengan keberhasilan atau kegagalan dalam memenuhi hasrat-hasrat material.
Pada kenyataannya, setiap orang menginginkan kehidupan di dunia. Hanya sedikit orang yang menginginkan kehidupan yang akan datang. Bahkan, tidak seorang pun yang memikirkannya. Keadaan itu tidak hanya dijumpai di kota-kota besar, tetapi juga di pelosok-pelosok desa. Dimana sja, orang-orang memiliki obsesi-obsesi yang sama. Laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin, muda dan tua, orang kota dan orang desa, orang beragama atau atheist, semuanya memiliki tujuan yang sama. Mereka semua menyia-nyiakan waktu berharga mereka dan menyibukkan diri demi memperoleh materi. Betapa sebuah obsesi yang sangat besar sekali! Bahkan keyakinan dan kesadaran dikorbankan demi pencapaian duniawi. Apa saja pantas untuk dikorbankan.
Akhirnya, tibalah masa ketika anggota tubuhnya tidak lagi berfungsi dan ia tidak bisa lagi bekerja. Pada masa itulah mereka kemudian baru menyadari bahaya yang menimpanya, ia tidak memiliki makanan, pakaian atau tempat tinggal, dan ia tidak lagi dapat menghidupi dirinya sendiri. Betpa sering kita menyaksikan orang-orang yang berpakaian compang-camping, bersandar di sejumlah tembok-tembok dengan anjing-anjing yang menggonggong di sekeliling mereka dan anak-anak melempar mereka dengan batu.
Kita telah sering menyaksikan pemandangan yang menyedihkan semacam itu, namun tidak merasa tergerak, dengan apa yang kita saksikan, untuk perlu melakukan tindakan preventif apapun. Tidak seorang pun dari kita yang benar-benar menyadari bahwa diri kita sendiri menuju pada sebuah akhir yang seperti itu, karena kita terlalu asyik dengan kehidupan saat ini. Masa bodoh dengan hari esok!
Ketika pada masa peperangan, sirine serangan udara menandakan akan datangnya kuadron pembom musuh yang hendak membombardir kita, maka kita merasa ketakutan dan setiap orang segera berlindung di kamp-kamp anti serangan udara. Dalam sesaat jalan-jalan menjadi sepi. Seseorang yang tidak mempedulikan peringatan sirine dipandang sebagai orang yang bodoh, jika tidak gila.
Namun, apa yang terjadi ketika para pemeluk agama mendengarkan peringatan Tuhan? “Hai manusia! Menyembahlah kepada-Ku. Tunaikan kewajibanmu pada yang lainnya dan hiduplah sesuai dengan kehendak-Ku. Aku akan menyinksa mereka yang melalaikannya dengan siksaan yang tidak terbayangkan. Mereka aka ponyang-panting dalam kesakitan yang tidak dapat mereka hindari.”
Tetapi, apa yang yang terjadi? Setiap orang telah mendengar peringatan ini, tetapi tidak seorang pun yang mengakui kekuatannya, otoritasnya, kebenaran essensinya. Pada umumnya, mereka menganggapnya sebagai persoalanyang tidak penting, persoalan yang harus dipikirkan nanti atau mungkin tidak perlu untuk dipikirkan sama sekali.
Singa Tanpa Buntut, Telinga dan Perut
Diposting oleh
ayo Indonesia
Saya sarankan bagi anda yang akan membaca artikel ini jangan heran, saya tidak akan memberikan gambaran seekor singa yang seperti pada judul diatas, anda sendiri yang akan menggambarkannya. Saya nggak begitu ngerti politik, musik, ataupun berita selebritis disini saya hanya ingin membuat anda terhibur. Bagi anda yang belum pernah melihat binatang ini, anda harus membacanya sampai selesai. Nanti di akhir cerita anda pasti tahu, seperti apa sih singa tanpa buntut, telinga, dan perut itu, ikuti kisahnya berikut ini :
Kisah ini melibatkan seekor singa dan seorang manusia, meskipun seperti yang akan kita lihat, kisahnya sangatlah berbeda. Merupakan suatu kebisaan bagi penduduk Qazwin (anda jangan tanya dimana, saya juga nggak tahu) untuk membuat tato di tubuh, tangan, dan bahu mereka, sebab mereka percaya hal itu bisa menjauhkan iblis dan kesialan dari mereka. Bukanlah suatu kebetulan kalau suatu hari ada seorang pria di kota itu pergi ke tukang cukur (karena pada jaman itu para tukang cukurlah yang menato orang-orang) dan memintanya untuk menato pundaknya.
“Gambar apa yang kau inginkan untuk tatomu, wahai pelangganku yang pemberani?” tanya si tukang pangkas.
“Gambarlah tato seekor singa yang galak dan garang. Semakin tampak galak dan garang semakin baik,” kata pria itu. Pria itu kemudian melanjutkan,”Asal kau tahu, aku dilahirkan di bawah rasi Leo, dan hanya seekor singa garang yang bisa memuaskan orang yang terlahir di bawah rasi ini.”
Lantas si tukang pangkas meminta pria itu untuk duduk di atas sebuah kursi dan menanggalkan bajunya, sementara dia sibuk menyiapkan jarum untuk menggambar tato. Namun, tak lama kemudian, sesudah si tukang pangkas dengan lembut menusukkan jarum ke pundak pria itu untuk mengukur dengan tepat dimana harus memulai rancangan gambar itu, si pria menjerit-jerit kesakitan.
“Hati-hati dong (saya lupa kalau jaman dulu nggak ada orang yang bilang “dong”), Kau menyakitiku! Aku tak kebal dari rasa sakit. Boleh kau tanya apa yang sedang aku gambar?”
Tukang pangkas yang bingung itu menjawab, “Seekor singa seperti yang kau minta.”
“Dan boleh aku tanya, bagian apa yang mau kau buat terlebih dahulu?” si pria itu kembali bertanya.
“Ekornya, aku biasanya mulai dengan bagian ekornya,” jawab tukang pangkas itu.
“Kalo begitu aku mohon padamu untuk menghilangkan ekornya. Seekor singa tak akan kalah garang jika ia tak punya ekor. Hapus ekornya karena tusukan jarum itu nyaris membuat jantungku copot.”
Setelah itu, si tukang cukur mulai bekerja lagi, tapi sekali lagi, tak lama setelah menusukkan jarum, pria itu menjerit keras-keras. “Bagian tubuh apa yang sedang kau gambar kini?” teriaknya.
“Ini telinganya,” ujar si tukang pangkas.
“Kalau begitu biarkan tanpa telinga! Seekor singa tak butuh mendengar untuk membunuh mangsanya, aku mohon tolong hilangkan telinganya!” kembali si pria itu memohon.
Kemudian si tukang pangkas mulai bekerja kembali dan sekali lagi pria itu berteriak-teriak kesakitan. “Bagian apa lagi kini, wahai tukang pangkas?”
“Ini perut si singa……” sambil agak jengkel dia menjawab.
“Biarkan ia tak punya perut kalau begitu. Gambar ini sudah cukup, mengapa membutuhkan sebuah perut?” kembali si pria itu memaksa.
Kini sang tukang pangkas pun membanting jarumnya dengan penuh kemarahan. “Siapakah orang yang pernah melihat seekor singa tanpa sebuah buntut, telinga dan perut? Tuan yang baik, kau datang padaku dan meminta ditato dengan gambar seekor singa yang galak yang paling garang di daerah sini, kau tekankan ini padaku. Tapi segera setelah aku tusukkan ujung jarum di atas bahumu kau menjerit-jerit kesakitan. Pertama tak usah ada ekor, lalu tak usah ada telinga, dan sekarang tak perlu ada perut! Kau minta singa yang galak dan garang tapi takut untuk menahan rasa sakit yang bisa mengesankan rasa galak dan garang itu pada dirimu. Kecuali kau bisa menahan rasa sakit dengan sabar, bagaimana kau bisa berharap mencapai sesuatu?”
Nah, itu tadi ceritanya, maaf bagi para pembaca jika artikel ini tidak sesuai dengan judulnya, nggak ada gambar singa tanpa buntut, telinga dan perut. Saya sendiri juga tidak bisa membayangkan apa ada binatang yang seperti. Jika anda kecewa anda bisa lihat gambar ini, mungkin bisa membuat anda sedikit terhibur. Saya berharap anda dapat mememetik sebuah pelajaran dari ulasan diatas.
Sumber : The Kingdom of Joy (Untaian Kisah Menawan dari Matsnawi Rumi)
Rabu, 16 Februari 2011
Sudahkan Anda Bermurah Hati?
Diposting oleh
ayo Indonesia
Jika Anda lagi naik taksi dan ketika sampai di tujuan anda diminta untuk membayar 15 ribu sebagai ongkosnya. Anda sebagai penumpang hanya memiliki 15 ribu di dalam dompet, maka anda pasti akan beralasan bahwa pengemudi taksi menarik ongkos terlalu mahal. Bagaimanapun juga, anda tidak mungkin pengin uang yang ada di dalam dompet habis tak sersisa sedikitpun.
Namun, jika di dalam dompet anda mempunyai uang 500 ribu, maka anda tentu tidak akan berdebat hanya untuk 15 ribu. Anda akan segera membayar ongkos yang diminta dan pergi begitu saja. Orang yang kaya tidak akan berdebat hanya demi barang yang sepele, sementara seseorang yang hidup dalam serba kesulitan akan selalu hati-hati dalam setiap rupiah yang ia keluarkan.
ketika seseorang menemukan Tuhan, maka seorlah-olah ia tiba-tiba telah mewarisi kekayaan yang melimpah, dan menjadi murah hati bagi seluruh makhluk. Pada sisi yang lain, manusia yang tetap jauh dari Penciptanya tidak dapat mengetahui kekayaan spiritual ini dan karenanya tetap berjiwa kikir dalam pergaulannya dengan orang lain.
Orang yang kaya secara spiritual mengembangkan kemampuan untuk bertahan dengan penderitaan-penderitaan yang tak terhitung banyaknya di dunia ini. Keluhuran budi menandai tingkah lakunya, sehingga seluruh pikiran picik sirna dari kepribadiannya. Ia merupakan orang yang berjiwa luhur dan bersifat mulia.
Bayi Di Atas Atap
Diposting oleh
ayo Indonesia
Gambar diatas tidak ada hubungannya dengan apa yang saya tulis nanti. Saya cuma suka gambar ini. Dari kompas.com beberapa waktu yang lalu, saya membaca ada seorang bayi laki-laki yang ditemukan di atas atap rumah di daerah Jawa Timur. Saya jadi teringat akan sebuah cerita spiritual Rumi tentang bayi yang lagi nongkrong di atas atap. Begini ceritanya, pada suatu hari seorang ibu muda sedang sibuk bekerja di dapur saat bayi laki-lakinya, tanpa sepengetahuan merangkak ke luar kamar dan entah bagaimana bisa memanjat tangga yang mengarah ke atap rumah.
Ketika sang ibu mengetahui bahwa putranya tidak ada, dia dengan panik berlari cepat ke arah tangga dan melihat anaknya sedang bermain di atas dan berada di tepinya. Tetapi, ketika sang ibu mendekatinya, si bayi mengira sang ibu mengajaknya bermain, sehingga merangkak cepat makin ke pinggir atap. Bila dia terjatuh, pastilah mati. Namun, ketika sang ibu berteriak pada anaknya, si bayi malah menangis dan menolak untuk mendekat. Situasinya sungguh mendebarkan.
Karena mendengar kegaduhan, para tetangga berkumpul di rumah ibu tadi. Sebagian ada di atap bersama sang ibu yang kebingungan, sebagian lagi ada di bawah tepian atap itu, berharap mereka bisa menangkap si bayi bila dia terjatuh.
Tanpa sadar akan bahaya yang mengintainya, si bayi terus bermain. Dalam keadaan penuh bahaya ini, datanglah Imam Ali, dan secara alamiah sang ibu dengan cemas bergegeas menemuinya. “Bayi lelakiku ada di atas atap, Pak” dia menjelaskan dengan kalut, “Jika aku mendekatinya dia pikir aku sedang bermain dan dia lari dariku. Dia pasti mati kalau terjatuh.”
Imam Ali mendengarkan dengan seksama ucapan ibu yang putus asa itu. Namun, ketika beliau memberi tahu apa yang harus dilakukannya, wajah sang ibu menjadi pucat ketakutan. Ucapan sang imam pasti salah! “Aku yakin kau punya putra yang lain yang berumur setahun lebih tua. Apa yang harus kau lakukan adalah menaikkannya ke atas atap juga.”
“Tapi dia juga bisa mati terjatuh!” protes sang ibu yang kalut itu. “Jangan buang-buang waktu,” jawab Imam Ali. “Bayimu akan mati karena terjatuh bila kau tak bertindak cepat. Kalau kau mau menyelematkan nyawanya, kau harus menaikkan putramu yang lain ke atas atap.”
Apa yang bisa dilakukan perempuan malang itu? Kini dia bergegas masuk ke rumah, mengambil anaknya yang lain, dan memanjat tangga ke atap dimana dia dengan perlahan, dan dengan rada enggan menaruhnya disana. Sang Imam bukanlah orang yang ceroboh, reputasi kebijaksanaannya cukup masyhur. Tak lama kemudian, si bayi, yang masih asyik di pinggiran atap, melihat abangnya dan mengenalinya, lalu merangkak ke arahnya dan mengajaknya bermain secara lebih aman.
Dari kisah ini dapat dijelaskan bahwa manusia, tanpa sadar akan keadaannya, dengan penuh resiko sedang bermain-main di tepi kutukan dan api neraka. karena cinta-Nya pada manusia, Tuhan mengirim seorang utusan bukan seorang malaikat, tapi seorang manusia, yang mudah diakui dan dikenali, yang hidupnya, penuh dengan kesempatan dan tantangan, akan menawarkan kepada kita segenap ketentraman. Seorang manusia yang bisa menuntun kita dari tepi ke tengah.
Selasa, 15 Februari 2011
Maaf Jika Nenek "Fuck You" Tersinggung
Diposting oleh
ayo Indonesia
Tulisan saya ini menanggapi kritikan dari sahabat saya di kompasioner, yang menyatakan keberatan jika gambar seorang nenek yang lugu ini dengan mengacungkan jari tengah yang orang Amerika sana biasa bilang (maaf) fuck you saya tampilkan sebagai gambar avatar di forum ini.
Baik, saya akan jelaskan mulai dari awal. Hobi saya menulis, walaupun menurut saya sendiri sampai sekarang saya tetap aja nggak bisa membuat sebuah tulisan yang menarik seperti Mas Rizal atau Mas Kurniawan misalnya. Tapi yang namanya hobi, ya tetep aja aku nulis. Saya sering blogwalking ke berbagai situs yang menyediakan fasilitas untuk mengembangkan bakat menulis pengunjungnya (yang jelas bukan saya), terus ketemu sama Kompasiana, forum ini memberi fasilitas kepada pengunjungnya untuk menulis artikel. Kemudian saya daftar di forum, mengisi semua formulir yang udah ditentukan. Nah, ini bagian yang paling penting yaitu menampilkan gambar identitas kita alias photo profile.
Terus terang dengan rambut kriting dan hidung besar tampang saya nggak bisa dibilang rupawan. Yah bentuk visualisasi gambar saya seperti tokoh pak ogah dikasih rambut keriting. Dulu waktu kecilpun saya jarang mau untuk di photo karena takut kameranya rusak. Dan sampai sekarang pun saya jarang punya photo diri, kecuali photo yang masih menempel di Kartu Identitas Penduduk dan SIM. Nah dari situ setiap saya daftar APAPUN di internet mesti pakai photo orang lain, entah itu photo tokoh kartun atau karikatur lainnya biar lucu dan bisa membuat orang tertawa.
Ketika saya dihadapkan pada pilihan gambar identitas apa yang sekiranya pas untuk forum ini, saya kemudian cari di internet, terus ketemu sama gambar nenek dibawah ini.
Gambar ini saya dapat dari forum kaskus, saya pikir gambar ini adalah gambar yang unik dan akan membuat orang tertawa dengan tampilan seorang nenek yang mengacungkan jari tengah menunjuk ke atas yang biasa kita kenal dengan istilah fuck you itu. Pertimbangan lain nenek dengan pakaian adat jawa seperti itu kebanyakan berasal dari desa-desa di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Itu cocok dengan saya, karena saya juga berasal dari desa. Dengan sedikit modifikasi kemudian saya upload gambar itu sebagai gambar identitas saya di forum ini.
Disini saya tidak bermaksud untuk menghina atau merendahkan martabat nenek yang bersangkutan, lewat artikel ini saya pribadi mohon ijin kepada nenek untuk memasang photonya pada forum kompasioner ini. Saya memang sudah nggak punya nenek, tapi jika gambar nenek saya yang lagi begitu dipasang mungkin saya juga agak senewen. Bukannya disini saya tidak menghormati dia sebagai orang yang lebih tua, saya sangat menghormati siapa saja nggak perduli dia lebih tua atau lebih muda dari saya. Untuk itu buat nenek yang bersangkutan, maaf jika nenek tersinggung dan jika nenek pengin gambar itu diganti saya siap mengganti. Bukannya nenek malah jadi tambah terkenal jika photomu dipasang dimana-mana. Tapi ngomong-ngomong kenapa sih nenek tangannya begitu? Itu nenek yang pengin begitu atau disuruh orang lain?
Kepada Blogger Yang Terhormat Bolehkah Saya Pasang Gambar Ini?
Diposting oleh
ayo Indonesia
Saya kehabisan ide hari ini, penginnya nulis terus tapi banyak sekali sahabat kompasioner yang mengkritik tulisan saya. Kali ini saya hanya bisa menyajikan 2 gambar yang menurut saya menarik ini
Anda bisa bayangkan siapa wanita yang muat dengan ukuran BH sebesar itu. Maaf jika anda pernah melihat gambar ini sebelumnya saya hanya ingin melucu.
Dan untuk pihak blogger yang terhormat, jika memang gambar ini meresahkan dan dianggap porno saya tidak keberatan dihapus, tapi jangan akun saya yang dihapus karena saya masih pingin nulis lagi.



